
Sepasang kaki mungil berkelana
Menyusur tepi jalan
Melewati tajam batuan
Memanggul karung dipundak
Sepasang tangan mungil mengais
Mencari secerca harapan
Pada setumpuk sampah
Demi seperak receh
Bau menyengat kau tak acuh
Debu kau anggap kawan
Kau dikucilkan
Lantas tetap tak peduli
Mata penguasa hanya memicing
Melihat pakaianmu yang lusuh
Mulut penguasa hanya terdiam
Setelah mengumbar janji
Pemulung kecil
Tersayat hatiku melihatmu
Beban tak sebanding usiamu
Seharusnya kau bergembira
Komentar
Posting Komentar