Langsung ke konten utama

#Puisi Hening Cipta

10 November 1945

Kota Pahlawanku Berdarah
Enam belas ribu tunasnya tumbang
Memerangi serdadu kolonial
Sepucuk senjata api menemani
Sebatang bambu runcing menguatkan
Bersama semangat menggelora
Bertempur tak takut mati
Tidak peduli dengan nyawanya
Sebab semangat membara didada
Korbankan jiwa, raga dan harta
Demi lindungi Indonesia
Kini tepat 72 tahun
Sejarah itu tetap ditampakkan
Agar penerusnya tak buta dan tuli
Terlena buaian westernisasi
Sadarkah kita,,
Penjajah ingin mengulang sejarah
Menjara ibu pertiwi
Berkamuflase hipokrit
Musuh hadir bak teman
Oh bunga bangsa…
Kapan kau akan siuman
Perjuanganmu tak lagi dengan bertumpah darah
Tak lagi dengan angkat senjata
Seperti para pahlawan dikala itu
Tumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotismemu
Tanah air menunggu diperjuangkan kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Resensi Buku Lelaki Tua dan Laut : hidup butuh perjuangan

Manusia membuat kapal untuk bertarung di laut lepas, bukan menyangkutkan jangkar dan berdiam di bibir pantai. Seperti itulah hakikat kehidupan manusia yang diciptakan tuhan dengan segala liku-liku kehidupannya. Tentu saja itu semacam ujian kenaikan kelas. Tak semua mampu melaluinya dan mendapatkan nilai sempurna. Butuh perjuangan dan kerja keras. Untuk itu, tentu saja kita membutuhkan dorongan dari manapun itu untuk terus bertahan. Baik dari keluarga, orang sekitar, atau hal tak terduga lainnya. Seperti termotivasi dari novel peraih Hadiah Pulitzer 1953, Award of Merit Medal American Academy of Letters, serta Nobel Sastra 1954. Buku ini hasil pemikiran seorang penulis terkemuka abad 20 dan merupakan karya terakhirnya. Diberi judul “ The Old Man and the Sea” oleh Ernest Hemingway. Dan tak tanggung-tanggung, karyanya ini sampai difilmkan berkali-kali. Tidak salah jika karya ini mendapat berbagai penghargaan, karena kisahnya yang sangat menginspirasi. Membuat kita kembali berdiri setel...