Langsung ke konten utama

#Info Memperingati Hari Gunung Internasional 11 Desember 2019

sutrinairayanti.blogspot.com

Hutan merupakan paru-paru dunia. Kalimat tersebut sangatlah benar. Dimana gunung dengan hutan di dalamnya memproduksi oksigen dan juga sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan makhluk hidup. Sehingga teramat penting bagi kita untuk terus merawatnya, jangan sampai gundul atau tercemar. Terutama menjaganya dari sampah, karena jika terdapat sampah dalam jumlah yang banyak akan mempengaruhi kualitas air yang terdapat di dalamnya. Sayangnya, hampir semua gunung di Indonesia mulai terdampak sampah khususnya gunung populer yang menjadi tujuan pendaki.

Akhir-akhir ini, mendaki gunung memang sedang menjadi tren dikalangan anak muda khususnya. Entah itu sebagai tujuan wisata ataupun karena memang hobi. Mendaki memang merupakan salah satu cara untuk menikmati keindahan dan kesejukan suasana gunung di Indonesia. Maka tak heran jika banyak orang yang sering melakukan pendakian. Namun sangat disayangkan, kegiatan tersebut juga menimbulkan masalah baru. Tumpukan sampah. Masih ada saja pendaki yang kurang pedli terhadap kelestarian alam. Hal ini terlihat dari masih adanya pendaki yang tidak memperlakukan sampahnya sebagaimana mestinya. Bukannya dibawa turun pendakian, melainkan membuang sampah tersebut di jalur pendakian, pos pendakian, hingga area perkemahan.

Karena keadaan tersebut, maka ada sebuah komunitas yang mengkampanyekan “GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH”. Komunitas tersebut mempunyai perhatian terhadap masalah sampah hutan dan gunung mengadakan kegiatan mengumpulkan sampah di beberapa gunung Indonesia. Komunitas tersebut yaitu Trashbag Community (TC) dengan kegiatannya bertajuk SAPU JAGAD. Kegiatan tersebut dilakukan dibeberapa gunung Indonesia yang kerap jadi tujuan pendaki. Mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Barat. Tak hanya kegiatan bersih gunung, namun dalam kegiatan Sapu Jagad juga diiisi kegiatan diskusi berkaitan dengan lingkungan dan gunung.

Nah, maka dari itu mari kita bersama-sama memelihara kelestarian gunung yang ada di daerah masing-masing. Buat teman-teman yang senang mendaki, di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah ketika hendak mendaki, yaitu:

1. Gunakan pakaian yang memiliki banyak kantong, gunanya agar dapat menyimpan sampah pribadi untuk sementara. Contohnya seperti bungkus permen.

2. Membawa Trashbag sendiri, gunanya untuk menampung sampah non organik yang dihasilkan selama pendakian agar dapat dibawa turun gunung. Sementara sampah organik tidak usah dibawa, melainkan dikubur saja.

3. Kurangi membawa makanan kemasan yang berpotensi menghasilkan sampah, seperti makanan instan. Alternatifnya kita dapat memindahkan makanan-makanan tersebut ke wadah bekal.

4. Jangan lupa untuk saling mengingatkan membawa sampah masing-masing turun gunung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Puisi Omong Kosong

Orang bilang kau berharta Mampu memberikan apa saja Orang bilang kau itu penderma Nian baik citramu di mata mereka Gegap gempita mengelu-elukanmu Kelihaian bertutur kata jadi senjata Orang-orang percaya tanpa berpikir lagi Simpati bualan kau jadikan siasat memperdaya Orang-orang kau buat terbuai tanpa bertanya lagi Nyatanya hingga kini tak satupun janji yang kau tepati Geram terasa, penyesalan tak berguna,semua terasa hampa Makassar, 20 Juni 2019

#Info Makna Topi Toga

Kita mungkin pernah melihat teman atau keluarga mengenakan Toga saat wisuda. Sebenarnya apayah maknaya? Nah, jadi pakaian wisuda yang identik dengan warna hitam itu menyimbolkan misteri kegelapan yang telah dikalahkan oleh wisudawan ketika diperkuliahan (wah seram amat yah). Arti lain yaitu para sarjana mampu menyibak kegelapan dengan ilmu yang telah diperolehnya selama kuliah. Warna hitam juga melambangkan keagungan. Topi toga yang berbentuk persegi melambangkan agar para sarjana mampu berpikir rasional dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jadi jangan sampai ketika sudah sarjana pikiran kita masih berpikir sempit. Sedangkan kuncir pita yang semula dikiri kemudian dipindah kekanan, itu maksudnya adalah ketika diperkuliahan banyak dilatih menggunakan otak kiri, yaitu tempatnya hafalan dan bahasa. Dan diharapkan ketika lulus nanti para sarjana juga menggunakan otak kanan, yaitu tempatnya berpikir tentang imajinasi, kreativitas dan inovasi. Ref: sobatjogja

#Info Kebiasaan Sepele yang Memicu Keriputan Dini

Mengutip dari WebMD, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kulit keriput. Bahkan kita tak menyadari kalau hal tersebut dapat membuat kulit keriput cepat terlihat. Yaitu: 1. Terlalu sering terkena sinar matahari Kulit keriput juga bisa disebabkan karena terlalu sering terkena paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet diketahui dapat menembus dan merusak struktur pendukung di dalam kulit. Tak hanya menyebabkan keriput, sinar matahari langsung juga membuat kulit menjadi kering dan tanda penuaan dini lainnya. 2. Posisi tidur Jangan terkejut bila posisi tidur juga menjadi salah satu penyebab kulit keriput di usia muda. Meskipun sudah menggunakan sarung bantal yang berbahan halus, tetap saja tekanan pada wajah saat Anda tertidur membuat kulit menjadi keriput. 3. Diet yang putus nyambung Beberapa pakar percaya kalau orang yang sering melakukan diet putus nyambung selama beberapa tahun bisa memengaruhi kesehatan kulit. Sebab, kulit nantinya akan melebar dan mengecil seiri...