Langsung ke konten utama

#Info Tahapan Perkembangan Psikososial Eric Erikson

sutrinairayanti.blogspot.com

1. Tahap Trust vs Mistrust (kepercayaan vs kecurigaan)
kepercayaan dasar terbentuk pada masa bayi terhadap ibu (pengasuh) yang ditunjukkan dengan kenyamanan selama dalam pengasuhan, baik ketika tidur, makan, maupun bermain.Kebiasaan itu berlangsung terus dalam kehidupan bayi dan merupakan dasar paling awal bagi berkembangnya suatu perasaan identitas psikososial. Bayi belajar untuk percaya pada orang dewasa di sekitarnya dan menjadi dasar baginya untuk mempercayai dirinya sendiri.

Kegagalan mengembangkan rasa percaya menyababkan bayi mengembangkan kecurigaan dasar. Ia akan merasa takut tidak akan ada kenyamanan dari lingkungannya, sehingga bayi tersebut mengembangkan kecurigaan pada orang lain dan tidak percaya pada dirinya sendiri.
2. Tahap Otonomi vs perasaan malu dan ragu-ragu.

Anak cenderung aktif dalam segala hal. Anak harus didorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut kemandirian dalam melakukan pilihan.
Rasa mampu mengendalikan diri membuat anak memiliki kemauan yang baik dan bangga yang bersifat menetap.
Sebaliknya, pembatasan ruang gerak pada anak dapat menyebabkan anak akan mudah menyerah dan kehilangan kontrol diri sehingga menyebabkan perasaan malu dan ragu-ragu dalam bertindak yang juga bersifat menetap.
3. Tahap Inisiatif vs kesalahan

Tahap inisiatif yaitu suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab dengan berinteraksi dengan lingkungan.
Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan yang memunculkan rasa ingin tahu terhadap segala hal yang dilihatnya
Akan tetapi bila anak-anak pada masa ini mendapatkan pola asuh yang salah, mereka cenderung merasa bersalah dan akhirnya hanya berdiam diri. Keterasingan batin timbul karena suatu perasaan bersalah dan sifat ini menetap hingga dewasa.
4. Tahap Kerajinan vs inferioritas

Pada Tahapan Perkembangan Psikososial Eric Erikson ini, individu diharapkan mulai menempuh pendidikan formal.
Orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya.
Bahaya dari tahap ini ialah anak bisa mengembangkan perasaan rendah diri apabila ia tidak berhasil menguasai tugas-tugas yang dipilihnya atau yang diberikan oleh guru dan orangtua.
Anak dapat mengembangkan sikap rajin, jika anak tidak dapat meraih sukses karena mereka merasa tidak mampu (infieoritas), anak dapat mengembangkan sikap rendah diri.
5. Tahap Identitas vs kekacauan identitas

Individu mulai mencari siapa dirinya, namun sudah siap untuk memasuki suatu peranan yang berarti di tengah masyarakat.
Pada tahap ini ego memiliki kapasitas untuk memilih dan mengintegrasikan bakat-bakat dan ketrampilan dalam melakukan identifikasi dengan orang yang sependapat dalam lingkungan sosial, serta menjaga pertahanannya terhadap berbagai ancaman dan kecemasan.
Apabila terjadi krisis identitas, membentuk bentuk suatu identitas yang stabil atau sebaliknya akan kekacauan peranan. Apabila seorang remaja dalam mencari jati dirinya bergaul dengan lingkungan yang baik maka akan tercipta identitas yang baik pula. Namun sebaliknya, jika remaja bergaul dalam lingkungan yang kurang baik maka akan timbul kekacauan identitas pada diri remaja tersebut.
6. Tahap Keintiman vs isolasi

Dalam Tahapan Perkembangan Psikososial Eric Erikson ini, individul memiliki keinginan dan kesiapan untuk menyatukan identitasnya dengan orang lain, dan diistilahkan dengan kata cinta.
Agar memiliki arti sosial yang bersifat menetap maka genitalitas membutuhkan seseorang untuk dicintai dan diajak mengadakan hubungan seksual. Apabila hal tersebut tidak dapat dilakukan maka ada kecenderungan mengalami masalah intimasi yaitu isolasi.
7. Tahap Generatifitas vs stagnasi

Tugas yang harus dicapai dalam tahapan ini adalah dapat mengabdikan diri guna mencapai keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generatifitas) dengan tidak melakukan apa-apa (stagnasi).
Individu menaruh perhatian perhatian terhadap apa yang dihasilkan, keturunan, produk, ide serta pembentukan dan penetapan garis-garis pedoman untuk generasi mendatang.
Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan maka kepribadian akan mundur dan mengalami stagnasi.
8. Tahap Integritas vs keputusasaan

Tahap ini merupakan tahap terakhir, dimana individu berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup.
Apabila individu mengalami kegagalan dalam menyesuaikan diri, maka yang terbentuk adalah keputusasaan. Keputusasaan dalam menghadapi perubahan siklus kehidupan.
Dalam tahapan ini berkembang pula kebijaksanaan, yaitu nilai yang berkembang dari hasil pertemuan antara integritas dan keputusasaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Puisi Omong Kosong

Orang bilang kau berharta Mampu memberikan apa saja Orang bilang kau itu penderma Nian baik citramu di mata mereka Gegap gempita mengelu-elukanmu Kelihaian bertutur kata jadi senjata Orang-orang percaya tanpa berpikir lagi Simpati bualan kau jadikan siasat memperdaya Orang-orang kau buat terbuai tanpa bertanya lagi Nyatanya hingga kini tak satupun janji yang kau tepati Geram terasa, penyesalan tak berguna,semua terasa hampa Makassar, 20 Juni 2019

#Info Makna Topi Toga

Kita mungkin pernah melihat teman atau keluarga mengenakan Toga saat wisuda. Sebenarnya apayah maknaya? Nah, jadi pakaian wisuda yang identik dengan warna hitam itu menyimbolkan misteri kegelapan yang telah dikalahkan oleh wisudawan ketika diperkuliahan (wah seram amat yah). Arti lain yaitu para sarjana mampu menyibak kegelapan dengan ilmu yang telah diperolehnya selama kuliah. Warna hitam juga melambangkan keagungan. Topi toga yang berbentuk persegi melambangkan agar para sarjana mampu berpikir rasional dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jadi jangan sampai ketika sudah sarjana pikiran kita masih berpikir sempit. Sedangkan kuncir pita yang semula dikiri kemudian dipindah kekanan, itu maksudnya adalah ketika diperkuliahan banyak dilatih menggunakan otak kiri, yaitu tempatnya hafalan dan bahasa. Dan diharapkan ketika lulus nanti para sarjana juga menggunakan otak kanan, yaitu tempatnya berpikir tentang imajinasi, kreativitas dan inovasi. Ref: sobatjogja

#Info Kebiasaan Sepele yang Memicu Keriputan Dini

Mengutip dari WebMD, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kulit keriput. Bahkan kita tak menyadari kalau hal tersebut dapat membuat kulit keriput cepat terlihat. Yaitu: 1. Terlalu sering terkena sinar matahari Kulit keriput juga bisa disebabkan karena terlalu sering terkena paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet diketahui dapat menembus dan merusak struktur pendukung di dalam kulit. Tak hanya menyebabkan keriput, sinar matahari langsung juga membuat kulit menjadi kering dan tanda penuaan dini lainnya. 2. Posisi tidur Jangan terkejut bila posisi tidur juga menjadi salah satu penyebab kulit keriput di usia muda. Meskipun sudah menggunakan sarung bantal yang berbahan halus, tetap saja tekanan pada wajah saat Anda tertidur membuat kulit menjadi keriput. 3. Diet yang putus nyambung Beberapa pakar percaya kalau orang yang sering melakukan diet putus nyambung selama beberapa tahun bisa memengaruhi kesehatan kulit. Sebab, kulit nantinya akan melebar dan mengecil seiri...