Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

#Info Memperingati Hari Gunung Internasional 11 Desember 2019

Hutan merupakan paru-paru dunia. Kalimat tersebut sangatlah benar. Dimana gunung dengan hutan di dalamnya memproduksi oksigen dan juga sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan makhluk hidup. Sehingga teramat penting bagi kita untuk terus merawatnya, jangan sampai gundul atau tercemar. Terutama menjaganya dari sampah, karena jika terdapat sampah dalam jumlah yang banyak akan mempengaruhi kualitas air yang terdapat di dalamnya. Sayangnya, hampir semua gunung di Indonesia mulai terdampak sampah khususnya gunung populer yang menjadi tujuan pendaki. Akhir-akhir ini, mendaki gunung memang sedang menjadi tren dikalangan anak muda khususnya. Entah itu sebagai tujuan wisata ataupun karena memang hobi. Mendaki memang merupakan salah satu cara untuk menikmati keindahan dan kesejukan suasana gunung di Indonesia. Maka tak heran jika banyak orang yang sering melakukan pendakian. Namun sangat disayangkan, kegiatan tersebut juga menimbulkan masalah baru. Tumpukan sampah. Masih ada...

#Info Air Terjun Bawah Laut

Halo guys, sekarang aku mau bahas tentang air terjun yang katanya ada di bawah laut. Benar nggak sih? Kok bisa gitu? Berdasarkan informasi yang aku dapat, air terjun tersebut berada di Kepulauan Mauritius, Samudera Hindia. Namun bukan air terjun sungguhan. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi? Jadi, dilansir dari Travel and Leisure air terjun itu sebenarnya bukan sungguhan, melainkan sebuah "Ilusi Optik". Ilusi optik merupakan ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Bisa dikatakan juga bahwa keadaan saat kita terkecoh dengan apa yang kita lihat. Pada kasus air terjun ilu ini, semua bermula dari pasir pantai yang terseret arus laut memasuki kedalaman palung laut yang lebih gelap. Proses ini tentu saja telah terjadi sejak lama. Ditambah dengan penampakan bukit karang di bawah laut yang tinggi. Sehingga jika dilihat dari atas air yang jernih, dengan titik kordinat tertentu maka akan tampak jelas terlihat sebuah air terjun yang mengalir.

#Info Tahapan Perkembangan Psikososial Eric Erikson

1. Tahap Trust vs Mistrust (kepercayaan vs kecurigaan) kepercayaan dasar terbentuk pada masa bayi terhadap ibu (pengasuh) yang ditunjukkan dengan kenyamanan selama dalam pengasuhan, baik ketika tidur, makan, maupun bermain.Kebiasaan itu berlangsung terus dalam kehidupan bayi dan merupakan dasar paling awal bagi berkembangnya suatu perasaan identitas psikososial. Bayi belajar untuk percaya pada orang dewasa di sekitarnya dan menjadi dasar baginya untuk mempercayai dirinya sendiri. Kegagalan mengembangkan rasa percaya menyababkan bayi mengembangkan kecurigaan dasar. Ia akan merasa takut tidak akan ada kenyamanan dari lingkungannya, sehingga bayi tersebut mengembangkan kecurigaan pada orang lain dan tidak percaya pada dirinya sendiri. 2. Tahap Otonomi vs perasaan malu dan ragu-ragu. Anak cenderung aktif dalam segala hal. Anak harus didorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut kemandirian dalam melakukan pilihan. Rasa mampu mengendalikan diri membuat anak memiliki kemaua...

#Info Makna Topi Toga

Kita mungkin pernah melihat teman atau keluarga mengenakan Toga saat wisuda. Sebenarnya apayah maknaya? Nah, jadi pakaian wisuda yang identik dengan warna hitam itu menyimbolkan misteri kegelapan yang telah dikalahkan oleh wisudawan ketika diperkuliahan (wah seram amat yah). Arti lain yaitu para sarjana mampu menyibak kegelapan dengan ilmu yang telah diperolehnya selama kuliah. Warna hitam juga melambangkan keagungan. Topi toga yang berbentuk persegi melambangkan agar para sarjana mampu berpikir rasional dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jadi jangan sampai ketika sudah sarjana pikiran kita masih berpikir sempit. Sedangkan kuncir pita yang semula dikiri kemudian dipindah kekanan, itu maksudnya adalah ketika diperkuliahan banyak dilatih menggunakan otak kiri, yaitu tempatnya hafalan dan bahasa. Dan diharapkan ketika lulus nanti para sarjana juga menggunakan otak kanan, yaitu tempatnya berpikir tentang imajinasi, kreativitas dan inovasi. Ref: sobatjogja

#Info Kebiasaan Sepele yang Memicu Keriputan Dini

Mengutip dari WebMD, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kulit keriput. Bahkan kita tak menyadari kalau hal tersebut dapat membuat kulit keriput cepat terlihat. Yaitu: 1. Terlalu sering terkena sinar matahari Kulit keriput juga bisa disebabkan karena terlalu sering terkena paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet diketahui dapat menembus dan merusak struktur pendukung di dalam kulit. Tak hanya menyebabkan keriput, sinar matahari langsung juga membuat kulit menjadi kering dan tanda penuaan dini lainnya. 2. Posisi tidur Jangan terkejut bila posisi tidur juga menjadi salah satu penyebab kulit keriput di usia muda. Meskipun sudah menggunakan sarung bantal yang berbahan halus, tetap saja tekanan pada wajah saat Anda tertidur membuat kulit menjadi keriput. 3. Diet yang putus nyambung Beberapa pakar percaya kalau orang yang sering melakukan diet putus nyambung selama beberapa tahun bisa memengaruhi kesehatan kulit. Sebab, kulit nantinya akan melebar dan mengecil seiri...

#Puisi Omong Kosong

Orang bilang kau berharta Mampu memberikan apa saja Orang bilang kau itu penderma Nian baik citramu di mata mereka Gegap gempita mengelu-elukanmu Kelihaian bertutur kata jadi senjata Orang-orang percaya tanpa berpikir lagi Simpati bualan kau jadikan siasat memperdaya Orang-orang kau buat terbuai tanpa bertanya lagi Nyatanya hingga kini tak satupun janji yang kau tepati Geram terasa, penyesalan tak berguna,semua terasa hampa Makassar, 20 Juni 2019

#Review Buku “Omong Kosong yang Menyenangkan” karya Robby Julianda

Oleh waktu aku tergilas Menepi itu yang kulakukan Oleh waktu aku tak diacuhkan Nelangsa itu yang kurasakan Geming tak terhindarkan Kian membuncah dalam pikiran Olehku, kumelumatnya tanpa sisa Sampai aku lelah sendiri Olehku mendiamkan dirimu Nantinya kau sadar sendiri Getir aku dibuatmu Jika saja otakku dapat berbicara, mungkin ia akan membaca puisi diatas untukku. Gegara hampir dua pekan sebelum bulan puasa tidak pernah membaca novel seperti yang biasa kulakukan. Ini bukan karena malas yah, tapi efek dari ikut-ikutanku dengan kebiasaan kebanyakan orang ketika hendak ujian -apalagi kalau bukan fokus belajar. Jangankan pegang novel, melirik sedikitpun tidak J. Maka dari itu, setelah bertempur dengan matakuliah aku memutuskan untuk mencari bahan bacaan yang tidak membuat kepala jadi pening. Aku sebenarnya bingung harus memilih buku yang mana, sama seperti bingungku kalau lagi milih buku di Gramedia (pasti kalian juga pernah rasakan ini bukanJ). Setelah lima menit barulah ...

#Resensi Buku Lelaki Tua dan Laut : hidup butuh perjuangan

Manusia membuat kapal untuk bertarung di laut lepas, bukan menyangkutkan jangkar dan berdiam di bibir pantai. Seperti itulah hakikat kehidupan manusia yang diciptakan tuhan dengan segala liku-liku kehidupannya. Tentu saja itu semacam ujian kenaikan kelas. Tak semua mampu melaluinya dan mendapatkan nilai sempurna. Butuh perjuangan dan kerja keras. Untuk itu, tentu saja kita membutuhkan dorongan dari manapun itu untuk terus bertahan. Baik dari keluarga, orang sekitar, atau hal tak terduga lainnya. Seperti termotivasi dari novel peraih Hadiah Pulitzer 1953, Award of Merit Medal American Academy of Letters, serta Nobel Sastra 1954. Buku ini hasil pemikiran seorang penulis terkemuka abad 20 dan merupakan karya terakhirnya. Diberi judul “ The Old Man and the Sea” oleh Ernest Hemingway. Dan tak tanggung-tanggung, karyanya ini sampai difilmkan berkali-kali. Tidak salah jika karya ini mendapat berbagai penghargaan, karena kisahnya yang sangat menginspirasi. Membuat kita kembali berdiri setel...

#Resensi Buku Negeri Senja; Misteri Negeri Satu Waktu

Manusia adalah makhluk pemuja. Mudah mengagumi sesuatu, terutama berkaitan dengan keindahan. Salah satunya ketika langit berhias semburat jingga dengan tepian mega-mega yang telah menjadi keemasan. Itulah senja. Sebagian dari kita benar adanya mengagumi dan terpesona dengan peristiwa tersebut. Hingga ingin berlama-lama memandangnya, bahkan banyak pujangga yang terinspirasi. Namun apa jadinya jika yang ada hanya senja, tanpa pagi dan malam? Dalam buku ini, Seno Gumira membawa kita dalam dunia fantasi. Sama halnya dengan karya-karya sebelumnya, mengajak kita bertualang dalam khayalan. Lewat ide sederhananya, tapi sarat akan makna. Seperti halnya buku ini bercerita mengenai suatu tempat yang ditemui seorang pemuda dalam perjalanan untuk menghilangkan kesedihan hidupnya. Menjadi pengembara, tanpa arah tujuan. Hingga langkah kaki membawanya ke negeri kecil yang tak terdapat dalam peta. Dan tidak banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Lorong-lorong bangunannya yang suram, gelap, dan t...

#Resensi Buku Sepotong Senja Untuk Pacarku; Kepariwisataan Indonesia; komersialisasi sumber daya alam khususnya pantai

Siapa yang tidak tahu tragedi kisah cinta Romeo & Juliet yang memilih mengakhiri hidup mereka lantaran tak direstui. Atau kisah Peter Abelard seorang guru yang jatuh cinta kepada muridnya yaitu Heloise. Mereka menjalani hubungan terlarang yang menyebabkan paman Heloise murka dan mengebiri Abelard. Namun mereka tetap menjalin hubungan diam-diam dengan saling berkirim surat. Kemudian kisah Shah Jahan yang membangun Taj Mahal untuk mengenang sang istri Arjumand Bann Begum setelah melahirkan anak ke empat belas dan meninggal. Beberapa kisah cinta tersebut yang sampai saat ini dianggap legendaries dan tak lekang oleh waktu. Disetiap kisah memiliki kekuatan tersendiri yang dapat membuat orang terharu bahkan iri. Romantis. Itulah ungkapan yang menggambarkan tindakan yang dilakukan mereka bersama pasangan. Guna menunjukkan sebuah perhatian dan kasih sayang yang dimiliki. Dari kisah-kisah seperti itulah kemudian yang menginspirasi banyak orang hingga saat ini untuk melakukan hal yang sama...

#Puisi Pemulung Kecil

Sepasang kaki mungil berkelana Menyusur tepi jalan Melewati tajam batuan Memanggul karung dipundak Sepasang tangan mungil mengais Mencari secerca harapan Pada setumpuk sampah Demi seperak receh Bau menyengat kau tak acuh Debu kau anggap kawan Kau dikucilkan Lantas tetap tak peduli Mata penguasa hanya memicing Melihat pakaianmu yang lusuh Mulut penguasa hanya terdiam Setelah mengumbar janji Pemulung kecil Tersayat hatiku melihatmu Beban tak sebanding usiamu Seharusnya kau bergembira

#Puisi Hening Cipta

10 November 1945 Kota Pahlawanku Berdarah Enam belas ribu tunasnya tumbang Memerangi serdadu kolonial Sepucuk senjata api menemani Sebatang bambu runcing menguatkan Bersama semangat menggelora Bertempur tak takut mati Tidak peduli dengan nyawanya Sebab semangat membara didada Korbankan jiwa, raga dan harta Demi lindungi Indonesia Kini tepat 72 tahun Sejarah itu tetap ditampakkan Agar penerusnya tak buta dan tuli Terlena buaian westernisasi Sadarkah kita,, Penjajah ingin mengulang sejarah Menjara ibu pertiwi Berkamuflase hipokrit Musuh hadir bak teman Oh bunga bangsa… Kapan kau akan siuman Perjuanganmu tak lagi dengan bertumpah darah Tak lagi dengan angkat senjata Seperti para pahlawan dikala itu Tumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotismemu Tanah air menunggu diperjuangkan kembali