Manusia adalah makhluk pemuja. Mudah mengagumi sesuatu, terutama berkaitan dengan keindahan. Salah satunya ketika langit berhias semburat jingga dengan tepian mega-mega yang telah menjadi keemasan. Itulah senja. Sebagian dari kita benar adanya mengagumi dan terpesona dengan peristiwa tersebut. Hingga ingin berlama-lama memandangnya, bahkan banyak pujangga yang terinspirasi. Namun apa jadinya jika yang ada hanya senja, tanpa pagi dan malam? Dalam buku ini, Seno Gumira membawa kita dalam dunia fantasi. Sama halnya dengan karya-karya sebelumnya, mengajak kita bertualang dalam khayalan. Lewat ide sederhananya, tapi sarat akan makna. Seperti halnya buku ini bercerita mengenai suatu tempat yang ditemui seorang pemuda dalam perjalanan untuk menghilangkan kesedihan hidupnya. Menjadi pengembara, tanpa arah tujuan. Hingga langkah kaki membawanya ke negeri kecil yang tak terdapat dalam peta. Dan tidak banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Lorong-lorong bangunannya yang suram, gelap, dan t...