Langsung ke konten utama

#Puisi Khayal

Ingatanku mengalir deras
Sederas hujan yang mengguyur
Ditengah keramaian 
Aku merasa sendiri berteman kenangan
Sayup-sayup kudengar
Gesekan beraturan ciptakan melodi 
Lantunkan senandung cinta
Seirama dengan tetesan air yang luruh itu
Menambah pekat rasaku
Kumencari dimanakah sumbernya
Fikirku menerka tak menentu
Pada tiap kerumunan 
Akupun akhirnya menemukannya
Seorang rambut panjang bak wanita
Fikirku dirimu dari kejauhan
Bermesraan dengan biola
Menikmati setiap gesekan
Anggapku persembahan untukku
Kuusap kembali mataku
Dan semua jelas 
Kau bukannya kau
Semuanm hanya imajinasiku




Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Resensi Buku Lelaki Tua dan Laut : hidup butuh perjuangan

Manusia membuat kapal untuk bertarung di laut lepas, bukan menyangkutkan jangkar dan berdiam di bibir pantai. Seperti itulah hakikat kehidupan manusia yang diciptakan tuhan dengan segala liku-liku kehidupannya. Tentu saja itu semacam ujian kenaikan kelas. Tak semua mampu melaluinya dan mendapatkan nilai sempurna. Butuh perjuangan dan kerja keras. Untuk itu, tentu saja kita membutuhkan dorongan dari manapun itu untuk terus bertahan. Baik dari keluarga, orang sekitar, atau hal tak terduga lainnya. Seperti termotivasi dari novel peraih Hadiah Pulitzer 1953, Award of Merit Medal American Academy of Letters, serta Nobel Sastra 1954. Buku ini hasil pemikiran seorang penulis terkemuka abad 20 dan merupakan karya terakhirnya. Diberi judul “ The Old Man and the Sea” oleh Ernest Hemingway. Dan tak tanggung-tanggung, karyanya ini sampai difilmkan berkali-kali. Tidak salah jika karya ini mendapat berbagai penghargaan, karena kisahnya yang sangat menginspirasi. Membuat kita kembali berdiri setel...