Hola sobat KoPi (Korek Api),
Pernah nggak sih kalian merasakan yang namanya sakit hati karena kehilangan seseorang yang disayang?
Menyakitkan bukan!
Kata orang sih *sakit tapi tidak berdarah* Terbayang menyedihkannya.
Seperti jalan yang kehilangan cahaya lampu, Serasa dunia jungkir balik gak karuan, hari-hari jadi kelam dan suram, banjir air mata, malas beraktivitas, sampai bisa kehilangan semangat hidup. Saat merasakan hal yang satu ini, memang sangat sulit untuk keluar dari lingkaran kesedihan. Meskipun udah sana sini cerita dan diberi masukan, tetap saja peristiwa itu terus menghantui. Tapi ternyata semua itu wajar saja.
Dilansir dari laman CNN Indonesia, menurut Ayoe Sutomo seorang psikolog, umumnya ada lima tahap yang dialami yakni penolakan (denial), kemarahan, tawar-menawar (bargaining), depresi, dan penerimaan (acceptance).
Pada tahap penolakan, seseorang akan melakukan pengelakan dan berpura-pura tidak terjadi apapun. "I'm fine, I'm okay. I'm good. Seolah enggak terjadi apapun," kata Ayoe.
Tahap berikutnya adalah kemarahan. Seseorang akan mulai marah dan menyalahkan orang lain serta lingkungan. Anggapannya, apa yang terjadi pada dirinya disebabkan oleh orang-orang tertentu.
Kemudian pada tahap tawar-menawar, mulai muncul dialog dalam diri. Orang berandai-andai jika dia tidak melakukan sesuatu hal, tentu ini tidak akan terjadi.
"Setelah tahap bargaining, lalu sebagian orang akan depresi. Sesoangmengalami kesedihan begitu mendalam seolah-olah dunia akan berakhir, segalanya tidak ada artinya, semua berantakan, hidupku hancur," lanjut Ayoe.
Terakhir adalah saat seseorang mendapat dukungan tepat. Pada fase ini, seseorang biasanya sudah mampu memaknai permasalahan untuk tiba pada tahap penerimaan. Menerima apa yang terjadi dan tidak perlu ada yang diungkit-ungkit lagi. Semua diterima sebagai perjalanan hidup yang harus menjadikan seseorang lebih baik dan kuat.
Wah ternyata panjang juga untuk sampai ke tahap proses menerima. Tapi, buat kalian nih yang pernah sakit hati coba deh ambil pelajaran dari kejadian itu. Pasti ada saja sebuah pelajaran, seperti berani mengambil keputusan yang lebih baik, membuat kita lebih kuat, menyelamatkan kita dari luka yang lebih parah, bahkan sampai bersyukur karena kebahagiaan baru akan datang. So, jangan berlarut-larut dalam kesedihan terus yah Sobat!!!
Nantikan cerita selanjutnya yah!!!!
#CeritaKopi
Menyakitkan bukan!
Kata orang sih *sakit tapi tidak berdarah* Terbayang menyedihkannya.
Seperti jalan yang kehilangan cahaya lampu, Serasa dunia jungkir balik gak karuan, hari-hari jadi kelam dan suram, banjir air mata, malas beraktivitas, sampai bisa kehilangan semangat hidup. Saat merasakan hal yang satu ini, memang sangat sulit untuk keluar dari lingkaran kesedihan. Meskipun udah sana sini cerita dan diberi masukan, tetap saja peristiwa itu terus menghantui. Tapi ternyata semua itu wajar saja.
Dilansir dari laman CNN Indonesia, menurut Ayoe Sutomo seorang psikolog, umumnya ada lima tahap yang dialami yakni penolakan (denial), kemarahan, tawar-menawar (bargaining), depresi, dan penerimaan (acceptance).
Pada tahap penolakan, seseorang akan melakukan pengelakan dan berpura-pura tidak terjadi apapun. "I'm fine, I'm okay. I'm good. Seolah enggak terjadi apapun," kata Ayoe.
Tahap berikutnya adalah kemarahan. Seseorang akan mulai marah dan menyalahkan orang lain serta lingkungan. Anggapannya, apa yang terjadi pada dirinya disebabkan oleh orang-orang tertentu.
Kemudian pada tahap tawar-menawar, mulai muncul dialog dalam diri. Orang berandai-andai jika dia tidak melakukan sesuatu hal, tentu ini tidak akan terjadi.
"Setelah tahap bargaining, lalu sebagian orang akan depresi. Sesoangmengalami kesedihan begitu mendalam seolah-olah dunia akan berakhir, segalanya tidak ada artinya, semua berantakan, hidupku hancur," lanjut Ayoe.
Terakhir adalah saat seseorang mendapat dukungan tepat. Pada fase ini, seseorang biasanya sudah mampu memaknai permasalahan untuk tiba pada tahap penerimaan. Menerima apa yang terjadi dan tidak perlu ada yang diungkit-ungkit lagi. Semua diterima sebagai perjalanan hidup yang harus menjadikan seseorang lebih baik dan kuat.
Wah ternyata panjang juga untuk sampai ke tahap proses menerima. Tapi, buat kalian nih yang pernah sakit hati coba deh ambil pelajaran dari kejadian itu. Pasti ada saja sebuah pelajaran, seperti berani mengambil keputusan yang lebih baik, membuat kita lebih kuat, menyelamatkan kita dari luka yang lebih parah, bahkan sampai bersyukur karena kebahagiaan baru akan datang. So, jangan berlarut-larut dalam kesedihan terus yah Sobat!!!
Nantikan cerita selanjutnya yah!!!!
#CeritaKopi

Komentar
Posting Komentar